Film dan Musik mengubah Kepribadian

 FILM DAN MUSIK MENGUBAH KEPRIBADIAN

Paramount Pictures, "School of Rock"

Pernahkah kalian merasa menjadi orang yang berbeda setelah menonton film "Fight Club"? Atau pernahkah kalian merasa setelah mendengar lagu-lagu dari Artic Monkey, kepribadian kalian berubah? Film dan Musik memiliki pengaruh yang sangat kritis atau relevan terhadap perasaan kamu, isi hati kamu dan perilaku kalian sehari-hari bisa berubah berkat film dan musik. Bahkan cara kalian berpakaian, berpikir dan gaya bicara bisa berubah berkat film dan musik. Di artikel ini, saya akan membahas pengaruh faktor perubahan kepribadian berdasarkan menonton film, mendengar musik dan dampak-dampak nya!


1. Seni Mempengaruhi Kepribadian Secara Psikologi

Instagram : @therock

Menurut artikel HandWiki, psikologi musik dapat dianggap sebagai cabang psikologi dan musikologi. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan dan memahami perilaku dan pengalaman musik, termasuk proses di mana musik dirasakan, diciptakan, ditanggapi, dan dimasukkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Menurut artikel Robert C Morton, Konsep psikologi film adalah studi tentang bagaimana film berhubungan dengan persepsi, kognisi, emosi, dan pengalaman penonton. 

Psikologi musik dan psikologi film sama-sama mempelajari bagaimana seni memengaruhi emosi, persepsi, dan perilaku manusia, namun psikologi musik berfokus pada pengalaman mendengarkan dan penciptaan musik, sedangkan psikologi film meneliti bagaimana elemen visual dan naratif film membentuk pengalaman penonton.


2. Pengaruh film terhadap kepribadian

Tanjiro Kamado, "Demon Slayer".
Film sering kali menjadi cermin tempat kita mencari jati diri secara positif dan negatif. Saat menonton karakter yang kuat, kompleks, atau bahkan rapuh, kita secara tidak sadar mencoba memahami siapa diri kita melalui mereka. Misalnya, seseorang yang merasa tertekan mungkin menemukan pantulan dirinya dalam sosok Joker yang penuh luka, atau menemukan semangat baru setelah menonton Barbie yang berani mempertanyakan peran dan makna hidup. Dari situ, muncul proses identifikasi. Proses identifikasi merupakan proses dimana kita mengambil sebagian nilai, gaya bicara, atau sikap dari tokoh atau yang kita kagumi. 

Seperti contohnya, karakter favorit saya di Anime adalah Tanjiro Kamaro dari Anime “Demon Slayer”. Ideologi Kamado Tanjiro ditentukan oleh belas kasihnya yang tak tergoyahkan, rasa empati yang mendalam, dan pedoman moral yang kuat. Prinsip-prinsip inti ini memandu tindakannya, bahkan ketika menghadapi iblis yang paling mengerikan, dan membedakannya sebagai tokoh protagonis yang memprioritaskan pemahaman dan pelestarian umat manusia daripada balas dendam buta.Proses identifikasi dari karakter Tanjiro Kamado membuat saya membuka pandangan baru dan rasa empati yang kuat, bahwa sekeji nya orang-orang kepada kita, kita harus membuat kebaikkan kepada orang lain.

3. Pengaruh Musik terhadap Kepribadian

Istock photo: Concert

Musik memiliki kekuatan besar dalam membentuk suasana hati, citra diri, dan bahkan identitas sosial seseorang. Melalui irama dan lirik, musik mampu mengatur emosi—lagu semangat seperti “Firework”(Katty Perry) dapat menumbuhkan optimisme, sementara lagu sendu seperti “Someone Like You”(Adele) membantu seseorang melepaskan kesedihan. Genre musik yang dipilih pun mencerminkan kepribadian; pencinta indie cenderung reflektif, penggemar rock lebih ekspresif, dan penikmat jazz biasanya tenang serta elegan. Musik juga menciptakan rasa kebersamaan, seperti komunitas penggemar K-pop yang membangun solidaritas dan identitas sosial baru. Dalam jangka panjang, preferensi musik bahkan mencerminkan kepribadian—bukan karena bunyinya semata, tetapi karena makna emosional yang kita temukan di dalamnya.


4. Budaya Pop dan pembentukan Kepribadian

Joji, sumber foto dari artikel "Rolling Stones".



 Film dan musik bukan hanya memengaruhi individu, tetapi juga membentuk kepribadian kolektif — yaitu cara berpikir, berbicara, dan berperilaku suatu generasi secara bersama. Setiap zaman memiliki karya yang menjadi cermin nilai-nilai dan keresahan masyarakatnya. Misalnya, generasi 2000-an tumbuh dengan film seperti Harry Potter dan musik Linkin Park, yang menanamkan nilai tentang keberanian, perlawanan, dan pencarian jati diri. Sedangkan generasi Z banyak dipengaruhi oleh serial Euphoria, musik Lana Del Rey, Joji, hingga Billie Eilish, yang menggambarkan kejujuran terhadap emosi, isu mental health, dan ekspresi diri yang bebas. 

Di Indonesia, pengaruh ini juga terasa kuat. Film seperti Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau musik dari Hindia dan Pamungkas membentuk generasi muda yang lebih terbuka membicarakan luka batin dan hubungan keluarga. Akibatnya, muncul pola baru: anak muda kini lebih reflektif, empatik, dan berani menunjukkan sisi rapuhnya tanpa rasa malu.


Budaya pop pada akhirnya tidak hanya menjadi hiburan, melainkan peta emosi kolektif yang menggambarkan siapa kita sebagai generasi. Setiap lagu dan film yang viral ikut menanamkan nilai, bahasa, dan cara berpikir yang membentuk identitas sosial baru di masyarakat.


5. Refleksi dan Penutup

Pada akhirnya, film dan musik bukan sekadar hiburan, melainkan cermin yang memantulkan sisi terdalam dari diri kita. Dari karakter yang kita kagumi hingga lagu yang terus kita putar berulang kali, semua itu perlahan membentuk cara kita berpikir, merasa, dan melihat dunia. Namun, penting diingat bahwa pengaruh itu tidak sepenuhnya menentukan siapa kita — justru lewat film dan musik, kita belajar mengenali dan memilih versi diri yang paling jujur.


Mungkin kita terinspirasi oleh keberanian tokoh di film, atau menemukan ketenangan lewat lagu yang seolah memahami isi hati. Tetapi pada akhirnya, kendali tetap ada di tangan kita: apakah kita hanya meniru, atau menjadikan pengaruh itu sebagai bahan refleksi untuk tumbuh. Karena sejatinya, film dan musik tidak hanya membentuk kepribadian, tetapi juga membantu kita memahami manusia, dan diri sendiri, dengan lebih dalam.




@dimalique
9 November 2025







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seni adalah perlawanan Media.

Belajar Jatuh Cinta dari Industri Entertainment